Tik
tik tik suara jam diding terus berdetak lirik pemuda itu pada sebuah jam tua
dan menunjukan jarum pendek diangka 1. Dia terus mencoba untuk terlelap walau
hanya 4 saja (walaupun karena hari itu libur dia akaan tidur llagi saat habis
sholat shubuh). Pandangan pemuda itu mulai gelap, hanya sedikit pancaran cahaya
yang dapat menembus rapatnya kelopak mata. Dan akhirnya remaja itu terlelap
setelah dia membolak balikkan tubuhnya mencari posisi. Itu semau tak lepas dari
kejadian saat dia sekolah.
Seperti biasa dia berangkat jam enam lewat
(lebih tepatnya lewat 75 menit), masuk kelas dengan tatapan seperti biasa.
Tetapi itu memang sepantasnya karena Yogi nama remaja itu adalah orang biasa
saja(terus kalau biasa aja ngapain diangkat jadi cerita?). kejadianny
dimulai saat dia masuk kelasnya (XII A2), “man, lo udah ngerjain tugas belum ?”
kata seorang temannya.
“persetan dengan tugas, gue lelah men!” jawab Yogi.
“lu man, kena strab baru tau rasa lu!” tambah
temannya.
“bahaya nih, kalo ga’ ngerjain bisa bisa push
up 50 kali nih” pikirnya.
“katanya persetan kok pake’ mikir segala”
sahut temannya
“eh tolol kan gue berkata dalam hati, kok lo
maen sahut aja!” “emang lo punya hati?”sindir Beni “ah, bisa aja lo!” sahut Yogi.
Karena mereka berdua sudah bersekolah 2 tahun
++ (atu lebih tepatnya kelas XII) mereka sering menjani test try out. Yogi
adalah remaja yang cukup pintar di sekolahnya ,walaupun banyak melakukan
pelanggaran. Ya seperti remaja umumnya merokok, membawa hp, dll. Setiap try out
Yogi selalu menuliskan namanya (pada lembar identitas) dengan kata “i’m
invisible”. Hal itu membuat tim pengoreksi jawaban menemui Yogi dan memberi
peringatan. Dan teguran pertama menyambut yogi.
Bel pulang sekolah berbunyi tetapi tidak seperti
biasanya yogi ingin dikelas,saat itulah dia baru sadar dalam kelasnya ada sosok
wanita cantik. namanya anak muda.
“hai !”sapa yogi
“kok nggak pulang, lupa ya sama jalan
pulangnya” tambahnya
Lalu perempuan itu mnolehkan wajahnya ke yogi
“iya nih gue lupa sama jalan pulang gue”
“ha ha bisa aja lo mah!” nikmah yang
sebenarnya teman sejak Yogi masih smp tapi baru baru nyadar kalo nikmah adalah
perempuan yang nyaman bila diajak ngomong. Ya bisa dilihat sih mereka sama sama
gila tapi pendiam.
Mereka jalan bareng keluar kelas menuju ke
tempat parkir yang sudah sepi. “Sob itu cerpen?” tiba-tiba Arman merinding
sendiri mendengarnya. Siapa dia, masuk kamarku lalu mengomentari hasil
tulisanku, “siapa lo?” tanya Arman.
“Ga perlu tanya siapa gue, tapi tulisanmu itu
beneran jelek, ga bakat lu nulis” jawabnya dengan santainya. Udah kayak setan
aja masuk gak ada suara dan kabur begitu aja. Tapi bener juga menurutnya
tulisannya ga bagus pikirnya “nah apa gue bilang lo tu gak bakat nulis”
sahutnya tiba-tiba. Arman kaget, jantung. Sejak saat itulah, Arman berhenti
nulis cerpen.