Senin, 04 Februari 2013

First Blood


Tik tik tik suara jam diding terus berdetak lirik pemuda itu pada sebuah jam tua dan menunjukan jarum pendek diangka 1. Dia terus mencoba untuk terlelap walau hanya 4 saja (walaupun karena hari itu libur dia akaan tidur llagi saat habis sholat shubuh). Pandangan pemuda itu mulai gelap, hanya sedikit pancaran cahaya yang dapat menembus rapatnya kelopak mata. Dan akhirnya remaja itu terlelap setelah dia membolak balikkan tubuhnya mencari posisi. Itu semau tak lepas dari kejadian saat dia sekolah.
Seperti biasa dia berangkat jam enam lewat (lebih tepatnya lewat 75 menit), masuk kelas dengan tatapan seperti biasa. Tetapi itu memang sepantasnya karena Yogi nama remaja itu adalah orang biasa saja(terus kalau biasa aja ngapain diangkat jadi cerita?). kejadianny dimulai saat dia masuk kelasnya (XII A2), “man, lo udah ngerjain tugas belum ?” kata seorang temannya.
“persetan dengan tugas, gue lelah men!” jawab Yogi.
“lu man, kena strab baru tau rasa lu!” tambah temannya.
“bahaya nih, kalo ga’ ngerjain bisa bisa push up 50 kali nih” pikirnya.
“katanya persetan kok pake’ mikir segala” sahut temannya
“eh tolol kan gue berkata dalam hati, kok lo maen sahut aja!” “emang lo punya hati?”sindir Beni “ah, bisa aja lo!” sahut Yogi.

Karena mereka berdua sudah bersekolah 2 tahun ++ (atu lebih tepatnya kelas XII) mereka sering menjani test try out. Yogi adalah remaja yang cukup pintar di sekolahnya ,walaupun banyak melakukan pelanggaran. Ya seperti remaja umumnya merokok, membawa hp, dll. Setiap try out Yogi selalu menuliskan namanya (pada lembar identitas) dengan kata “i’m invisible”. Hal itu membuat tim pengoreksi jawaban menemui Yogi dan memberi peringatan. Dan teguran pertama menyambut yogi.

Bel pulang sekolah berbunyi tetapi tidak seperti biasanya yogi ingin dikelas,saat itulah dia baru sadar dalam kelasnya ada sosok wanita cantik. namanya anak muda.
“hai !”sapa yogi
“kok nggak pulang, lupa ya sama jalan pulangnya” tambahnya
Lalu perempuan itu mnolehkan wajahnya ke yogi “iya nih gue lupa sama jalan pulang gue”
“ha ha bisa aja lo mah!” nikmah yang sebenarnya teman sejak Yogi masih smp tapi baru baru nyadar kalo nikmah adalah perempuan yang nyaman bila diajak ngomong. Ya bisa dilihat sih mereka sama sama gila tapi pendiam.

Mereka jalan bareng keluar kelas menuju ke tempat parkir yang sudah sepi. “Sob itu cerpen?” tiba-tiba Arman merinding sendiri mendengarnya. Siapa dia, masuk kamarku lalu mengomentari hasil tulisanku, “siapa lo?” tanya Arman.
“Ga perlu tanya siapa gue, tapi tulisanmu itu beneran jelek, ga bakat lu nulis” jawabnya dengan santainya. Udah kayak setan aja masuk gak ada suara dan kabur begitu aja. Tapi bener juga menurutnya tulisannya ga bagus pikirnya “nah apa gue bilang lo tu gak bakat nulis” sahutnya tiba-tiba. Arman kaget, jantung. Sejak saat itulah, Arman berhenti nulis cerpen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar